DeJavu Putih Biru
Dejavu, fiuh! melewati kerumunan embun dan riuh ramai orang-orang dijalanan. Seragam putih biru dan putih abu-abu menjadi tak asing di pandangan ini. Entah setebal apa embun di pagi ini, namun masih sangat jelas dan lekat roda dua mini sepeda menjadi perangkat belajar yang krusial bagi anak-anak di desa pada waktu itu. Saat ini, heterogenitas teknologi pendukung belajar (red: kendaraan) mulai terlihat, anak-anak bahkan dengan seragam merah putih pun sudah bisa mengendarai vespa mini versi ‘modern’ ataupun motor bebek bermerk made in Cina atau Jepang . Dulu masih lekat sekali, kalau ada satu motor bermerk inisial A yang masih menjadi idaman para pelajar untuk menyeberang perbatasan kota dengan berburu ilmu di tempat perburuan bernama sekolah. Tak jarang, jika jarak yang ditempuh masih dalam radius 1 kecamatan maka satu motor bisa untuk 3-4 orang, itu pemandangan biasa – saking polantas masih belum masuk desa kan ya (?). Namun sekarang, pemandangan sedikit mengalami perubahan, ag...